Sepucuk surat untuk muridku
Anakku penerus bangsaku
Kutuliskan surat ini untukmu
Agar kau tau
Betapa engkau berharga bagiku
Engkau
mempunyai kekuatan kodrat
Aku
hanyalah penuntun hidupmu
Agar
langkahmu tak salah arah
Demi
menempuh masa depanmu yang cerah
Aku menumbuhkan semangatmu
Untuk pantang menyerah
Aku ingin engkau hebat
Bagai pelaut handal ditengah badai
Aku
ingin engkau kokoh setangguh batu karang
Aku
ingin engkau bersinar bagai mentari
Aku ingin engkau
bagaikan rembulan
menyinari gelapnya malam
teruslah
berjuang hai anak ku
generasi
penerus bangsa ku
By : Muslihatun, S.Pd
Pejuang NIP
Langkah kakimu melaju
kencang
Menopang jauhnya perjalanan
yang kau lalui
Tak ada kata lelah dihatimu
Haya ketulusan dan
keikhlasan yang kau berikan
Ditengah kesibukanmu
Mendidik dan memberikan
teladan
Kau selalu bersabar demi
mendapatkan impian
Kau laksana tukang kebun
Yang selalu merawat
tumbuhnya
Nilai –nilai kebaikan di
dalam diri murid-murid mu
By : Muslihatun, S.Pd
Bayi mungil ku
Di tengah heningnya malam
Kau terbangun
dari tidurmu
Suaramu menyayat getirnya malam
Suara
isak tangismu tak mampu ku tahan
Entah
apa yang membuatmu seperi itu
Aku
lunglai dengan sikapmu
Rasa
lelah karena sudah seharian menggendongmu
Kini ku terkapar tak berdaya
Ingin ku dekap wajah mungilmu
namun aku tak mampu
Wajah mu yang memancarkan sinar kemerahan
Menatap tajam
Entah apa yang terjadi dengan mu
Seluruh tubuhmu seketika membiru
Tubuhmu lembek
Aku semakin tak berdaya melihat tubuh mungilmu
Kini semakin kaku membiru
Ternyata…..
Oh ……
Ternyata …..
kau sudah
terpanggil olehnya
By : Muslihatun, S.Pd
Goresan
luka
Hari
ini begitu cerah namun tak secrah hatiku
Kuncup
bunga yang akan mekar
Seketika
berubah
Dengan
tingkah mu
Angin sepoi-spoi datang menghampiri
Menopang tangkai mu dari seluruh
penjuru
Secara perlahan kuncup bunga yang akan mekar
Tiba-tiba terhempas angin badai
Batang
mu yang kokoh
Kini
menjadi rapuh seketika
By : Muslihatun, S.Pd
Pemimpin hidupku
Pemimpin hidupku
Aku tercipta dari tulang
rusukmu
Kau begitu keras bagaikan
baja
Kau ditakdirkan berpasangan
denganku
Menemani kesendirianku
Memecahkan kehampaanku
Pemimpinku
Kau pelita harapan
Pejuang tangguh keluargamu
Hatimu sekeras batu
Tutur katamusetajam pisau
Senyummu pancaran
sinar mentari
Ahlakmu membius hati dan pikiran
Namun aku hanya tulang
rusukmu
Satu tulang dari semua
tulangmu
Jika kau salah ku tegur engkau
Keras namun tak terlalu tajam
Celamu rahasiaku
Sabarku yang akan menghadapimu
Ku terima kau dengan penuh
ikhlas
Pemimpinku
Karna allah aku mencintaimu
By : Muslihatun, S.Pd
Tidak ada komentar:
Posting Komentar