Minggu, 03 Oktober 2021

Antalogi puisi

 

Sepucuk surat untuk muridku

Anakku penerus bangsaku

Kutuliskan surat ini untukmu

Agar kau tau

Betapa engkau berharga bagiku

            Engkau mempunyai kekuatan kodrat

            Aku hanyalah penuntun hidupmu

            Agar langkahmu tak salah arah

            Demi menempuh masa depanmu yang cerah

Aku menumbuhkan semangatmu

Untuk pantang menyerah

Aku ingin engkau hebat

Bagai pelaut handal ditengah badai

            Aku ingin engkau kokoh setangguh batu karang

            Aku ingin engkau bersinar bagai mentari

Aku ingin engkau

bagaikan rembulan

menyinari gelapnya malam

            teruslah berjuang hai anak ku

            generasi penerus bangsa ku

 

 

 

 

By : Muslihatun, S.Pd

 

 

Pejuang NIP

Langkah kakimu melaju kencang

Menopang jauhnya perjalanan yang kau lalui

Tak ada kata lelah dihatimu

Haya ketulusan dan keikhlasan yang kau berikan

Ditengah kesibukanmu

Mendidik dan memberikan teladan

Kau selalu bersabar demi mendapatkan impian

Kau laksana tukang kebun

Yang selalu merawat tumbuhnya

Nilai –nilai kebaikan di dalam diri murid-murid mu

 

 

By : Muslihatun, S.Pd

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bayi mungil ku

Di tengah heningnya malam

Kau terbangun  dari tidurmu

Suaramu menyayat getirnya malam

Suara isak tangismu tak mampu ku tahan

Entah apa yang membuatmu seperi itu

Aku lunglai dengan sikapmu

Rasa lelah karena sudah seharian menggendongmu

Kini ku terkapar tak berdaya

Ingin ku dekap wajah mungilmu

namun aku tak mampu

Wajah mu yang memancarkan sinar kemerahan

Menatap tajam

                        Entah apa yang terjadi dengan mu

                        Seluruh tubuhmu seketika membiru

                        Tubuhmu lembek

Aku semakin tak berdaya melihat tubuh mungilmu

Kini semakin kaku membiru

Ternyata…..

Oh ……

Ternyata …..

 kau sudah terpanggil olehnya

 

 

By : Muslihatun, S.Pd

Goresan luka

Hari ini begitu cerah namun tak secrah hatiku

Kuncup bunga yang akan mekar

Seketika berubah

Dengan tingkah mu

            Angin sepoi-spoi datang menghampiri

            Menopang tangkai mu dari seluruh penjuru

            Secara perlahan kuncup bunga  yang akan mekar

            Tiba-tiba terhempas angin badai

Batang mu yang kokoh

Kini menjadi rapuh seketika

 

By : Muslihatun, S.Pd

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemimpin hidupku

Pemimpin hidupku

Aku tercipta dari tulang rusukmu

Kau begitu keras bagaikan baja

Kau ditakdirkan berpasangan denganku

                       Menemani kesendirianku

                       Memecahkan kehampaanku

Pemimpinku

Kau pelita harapan

Pejuang tangguh keluargamu

           Hatimu sekeras batu

           Tutur katamusetajam pisau

           Senyummu pancaran  sinar  mentari

           Ahlakmu membius hati dan pikiran

Namun aku hanya tulang rusukmu

Satu tulang dari semua tulangmu

                       Jika kau salah ku tegur engkau

                       Keras namun tak terlalu tajam

                       Celamu rahasiaku

Sabarku yang akan menghadapimu

Ku terima kau dengan penuh ikhlas

Pemimpinku

Karna allah aku mencintaimu

 

                                                            By : Muslihatun, S.Pd

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RESUME PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI ANGKATAN 26 PERTEMUAN KE-2  Tema                :  Writing is My Passion Moderator    : Ibu Widya Seti...